Jumat, 27 September 2013

Otak Manusia ( Human's Brain)

Otak manusia adalah sistem  alamiah yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam ini, kompleksitasnya menyamai dan mungkin melebihi kompleksitas struktur ekonomi dan sosial yang paling rumit sekalipun.


Organisasi dan Perkembangan

Otak manusia merupakan sistem yang kompleks yang diorganisasikan dalam beberapa lapis. Otak terdiri dari neuron ( struktur mikroskopis ) dan organisasi yang lebih besar, struktur subcortical dan cortical.

Pembentukan otak.

Blok dasar pembentukan otak adalah neuron yang merupakan unit komunikasi, sel sel glial, yang memberikan dukungan struktural untuk neuron. Maing - masing neuron terdiri dari satu sel atau kabel komunikasi. Axon (ekor panjang)dan dendrit ( cabang).

Jaringan neural.

Neuron terkoneksi dalam sirkuit dan masing - masing berfungsi sebagai penerima dan pengirim sinyal listrik dan kimia. Di dalam jaringan ini individu membangun model internal dari dunia riil dan juga mengkoordinasikan rencana aksi pada dunia itu.

Peran neurotrasmitter.

Ketika satu neuron jadi aktif, ia mengirimkan aliran listrik melewati axon ke synapse. Tindakan ini disebut memantik. Otak manusia mengalami periode perkembangan yang  berlanjut sampai usia 20 an. Pertumbuhan diotak adalah pemanjangan dan pencabangan axon neuronal ( yang menambah dendrite dan synapse). Di setiap wilayah cortical, periode pertumbuhan yang pesat diikuti  dengan reduksi pada level dewasa. Proses ini terjadi pada waktu yang berbeda di dalam wilayah yang berbeda. Riset menunjukkan bahwa kelebihan produksi adalah penting karena ia memungkinkan lingkungan individu untuk mempengaruhi perkembangan otak. Istilah '' plastisitas struktural '' merujuk pada pola pertumbuhan axon dan synapse di bagian otak yang berbeda - beda dan juga pada perubahan di sepanjang rentang hidup. Riset menunjukkan bahwa tantangan kognitif dalam hidup membantu menjaga fungsi mental.

Kamis, 26 September 2013

Hasil Diskusi Online Kelompok

Pada saat kuliah online kami semua mendapatkan pertanyaan dari ibu Dina tentang psikologi Behavioristik dan psikologi Gestalt dikaitkan dengan proses pembelajaran online. Aliran behaviorisme ini menyatakan bahwa perilaku organisme seharusnya dapat diukur, dihitung dan dikondisikan. Teknik yang digunakan pada umumnya adalah stimulus dan respon. (S - R) terhadap organisme yang diteliti perilakunya.hal ini tentang bagaimana memberi stimulus tertentu untuk mendapatkan respon terhadap stimulus yang dikehendaki. Proses ini disebut conditioning (pengkondisian). Proses dari pengkondisian berdasar pada asosiasi, yaitu hubungan antara suatu stimulus dari luar dengan suatu reaksi terhadap stimulus tersebut. Hal ini berarti bahwa kenyataan reaksi emosi terhadap lingkungan bisa ditentukan melalui pemberian stimulus tertentu. Contoh sederhana dalam hal proses pembelajaran online ketika ibu Dina membuka forum chat dengan gtalk, ibu mengucapkan selamat sore maka kami semua merespon dengan menjawab sore kembali. Kemudian pada saat ibu memberikan pertanyaan, berkaitan dengan  aliran behaviouristik dan gestalt, kami semua bereaksi untuk menjawab pertanyaan ibu Dina. 
Aliran psikologi Gestalt adalah sebuah aliranyang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Teori gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme Wundt. Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil. Teoritisi Gestalt berpendapat bahwa yang harus dipelajari adalah perilaku molar bukan perilaku molekular. Individu akan merespon berdasarkan persepsi dari stimuli tersebut. Selain itu Gestalt berpendapat bahwa organisasi atau susunan dari stimuli di lingkungan itu sendiri adalah sebuah proses, dan proses ini mempengaruhi persepsi individu. Contohnya pada saat diberikan masalah berupa mencari jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan pada kuliah online, maka semua mahasiswa diharapkan bekerja sama, saling berdiskusi di ruang chat, dan menemukan solusi atas problem yang menjadi pembahasan di dalam belajar online. Dan guru atau dosen juga harus memberikan bimbingan untuk membantu pelajar/ mahasiswanya/i nya mereorganisasikan pandangan mereka terhadap masalah dan mengatasi pandangan yang kurang memadai atau tidak akurat. Tujuannya adalah agar siswa menemukan solusi yang memuat nilai fungsional , yakni solusi untuk mengatasi kesulitan dasar yang dihadirkan oleh masalah tersebut.

Testimoni Perkuliahan Online tanggal 20 September 2013

Perkuliahan online yang dilakukan pada hari jumat sore membawa dampak positif. Sangat seru dan menarik. Semua mahasiswa dan mahasiswi tampak antusias menjawab dan memberikan pendapat. Walaupun forum diskusi ini sedikit membuat saya kewalahan karena pendapat setiap teman berlomba - lomba masuk sekaligus, jadi saya agak kebingungan untuk mengetik dan membaca pendapat saya sendiri. Pada saat itu jaringan internet saya juga sangat lamban ditambah lagi dengan keadaan darurat seperti listrik yang padam yang mengakibatkan lampu mati. Pada saat kondisi mati lampu itu saya berusaha kesana kemari meminjam laptop teman. Akhirnya diantara teman kos ada satu yang berbaik hati meminjamkan laptop. Kenapa saya tidak ke warnet? Karena semua warnet yang telah saya jangkau juga mengalami hal yang sama yaitu listrik yang padam. Pada saat itu emosi saya juga agak meningkat. Dikarenakan saya juga baru pulang dari kampus berdiskusi dengan teman. Mana pada saat yang bersamaan saya mengerjakan 2 tugas sekaligus. Saya benar - benar dilatih untuk tenang dan bersabar menghadapi tantangan dalam belajar. Tapi alhasil buah dari kesabaran saya pada saat kuliah online itu berbuah manis. Dua tugas saya yang saya lakukan sekaligus membuahkan hasil yang cukup maksimal. Saya bangga pada diri saya karena saya bisa menghandle dua tugas sekaligus dengan waktu yang pas. Walaupun agak letih tapi saya merasa puas karena sudah ikut berkontribusi melalui pendapat saya. Soal benar atau salah itu urusan belakang. Yang penting saya sudah memberikan jawaban yang cukup baik dan teoritis. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari kuliah online, saya jadi berani mengungkapkan pendapat tanpa tatap muka secara langsung seperti yang dilakukan di kelas.

Sabtu, 14 September 2013

Review Kuliah Psikologi Belajar 11 September 2013


Anggota Kelompok :
  1. Mufti Fadhilah Siregar      (10-004)
  2. Dhita Sundary Dalimunthe (10-009)
  3. Putri Olwinda Sianipar      (10-121)
  4. Mona Sriukur                   (10-047)
  5. Anggita Windy Marpaung  (10-103)
  6. Anggi Gurning                 (09-100) 



''MODEL KOGNITIF DAN TEORI MOTIVASIONAL AKADEMIK''

  • Pendapat : Model motivasi prestasi mengidentifikasi disposisi individual untuk berjuang meraih sukses/ untuk menghindari kegagalan sebagai factor motivasi utama. Dan kondisi yang mungkin akan bertanggung jawab atas munculnya tindakan ini adalah faktor yang terdapat didalam diri si individu itu sendiri dan factor dari lingkungan. Contoh jika motif untuk sukses cukup tinggi  dia akan melakukan tugas – tugas yang tujuannya untuk mencapai prestasi.
  • Alasan memilih model kognitif motivasional akademik : dikarenakan adanya motivasi & ekspetasi yang diberikan kepada learner untuk bisa meregulasi diri agar bisa mencapai  kesuksesan. Dan model pembelajaran seperti ini disesuaikan dengan konteks sosial .

  • 3 Point penting model kognitif & motivasional antara lain :

  1. Ekspetasi : harapan dan nilai baik dari dalam atau luar individu yang mampu membangun motivasi prestasi. 
  2. Orientasi tujuan : adanya alasan dan tujuan individu dalam melakukan tugas
  3. Atribusi : adanya kemampuan & usaha individu untuk mencapai kesuksesan.

  • Tiga perspektif model ekspektasi nilai, model orientasi tujuan, teori atribusi yang memfokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi ketrlibatan siswa yang terkait dengan prestasi. Dari ketiga model ini, dikatakan bahwa motivasi berkembang dari interaksi kompleks lingkungan dengan faktor internal, individu adalah pengelola informasi yang aktif dan kayakinan yang terkait dengan prestasi yaitu informasi eksplisit.
  • Model ekspektasi nilai berpendapat bahwa ekspektasi kesusksesan siswa adalah detreminan utama dari pilihan tugas atau pelajaran, kegigihan, tingkat usaha, keterlibatan kognitif, dan kinerja katual.Sebaliknya, pada model orientasi tujuan membahas alasan siswa untuk terlibat dalam tuda akademik karna alasan itu mempengaruhi strategi kognitif siswa, pilihan tugas, dan persepsi kompetensi.
  • Perspektif yang ketiga adalah teori atribusi, berpendapat bahwa pencarian pemahaman adalah motivator utama dari tindakan, atribusi adalah sumber informasi yang kompleks, dan perilaku masa depan sebagian ditentukan oleh atribusi untuk kesuksesan dan kegagalan.
  • Hubungan table 1.7 dengan tiga poin penting dari model kognitif dan motivational akdemik adalah pengetahuan merupakan produk dari proses belajar, belajar merupakan proses kognisi atau interaksi sosial yang membangun pengetahuan dan makna, sedangkan lokus belajar merupakan tempat belajar yang tidak terbatas hanya di dalam pikiran individu itu sendiri tapi dibagikan pada sesama individu. Dengan pengetahuan yang kita dapatkan dari proses belajar, kita memiliki harapan dan motivasi untuk berprestasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan pengetahuan itu. Proses belajar memiliki tujuan, yaitu untuk mencapai kesuksesan melalui kemampuan dan usaha yang kita miliki (atribusi). Informasi-informasi yang kita dapatkan melalui proses belajar, tidak terbatas hanya untuk diri kita sendiri atau didapatkan dari diri kita sendiri tapi, kita juga bisa belajar dari lingkungan serta berbagi dengan lingkungan.

 

Daftar Pustaka :


Ausubel, D.P Novak, J.D .,& Hanesian, H (1968). Educational : A cognitive view. New York : Holt , Rinehart & Wiston.

 


Selasa, 10 September 2013

Learning and Instruction

BAB I 
 

Tinjauan

Belajar adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks.Manusia memiliki otak yang baik jika digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan. Diantara kemampuan itu adalah mengidentifikasi objek, merancang tujuan,menyusun rencana, mengorganisasikan sumber daya, dan memonitor konsekuensi. Aktivitas kognitif ini terkait dengan 3 aspek unik dari kecerdasan manusia. Pertama, manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide pemikir besar dan ilmuwan besar di masa lampau ( Vygotsky, 1924/1979). Kedua, individu mampu mengembangkan pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman orang lain. Ketiga, manusia menyesuaikan lingkungan  dengan diri mereka, bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan.

APA PERAN BELAJAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI?

Peran belajar bagi individu :
  • Menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tindakan seseorang.
  • Tujuan belajar mempelajari tentang nilai, bahasa dan perkembangan kultur-pengalaman yang diwariskan.
Upaya - upaya awal untuk memahami belajar adalah melalui kebijakan tradisional, yang biasanya didasarkan pada pengalaman, dan melalui filsafat.


APA KRITERIA UNTUK TEORI BELAJAR

Kriteria :
  1. Seperangkat asumsi yang eksplisit yang merupakan keyakinan dasar teoritisi tentang suatu fenomena yang akan dibahas.
  2. Teori harus mencakup defenisi yang eksplisit tentang istilah penting.
  3. Membentuk tubuh teori
  4. Teori harus menjelaskan dinamika psikologis dasar pada kejadian yang mempengaruhi belajar.

APA FUNGSI TEORI BELAJAR

  • Fungsi Umum
          Ada 4 fungsi umum dalam teori yaitu :
  1. Kerangka untuk melakukan riset
  2. Memberikan kerangka organisasi untuk item - item informasi.
  3. Mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks
  4. Mereorganisasi pengalaman sebelumnya
  5. Bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa.

  •  Fungsi Khusus
           Ada 4 fungsi khusus dalam teori yaitu :
  1. Sebagai pedoman perencanaan instruksi
  2. Mengevaluasi produk untuk dipakai di kelas dan di praktek belajar yang berlangsung.
  3. Mendiagnosa problem dalam instruksi di kelas.
  4. Mengevaluasi riset berdasarkan teori. 
 
Daftar Pustaka :

Ausubel, D.P Novak, J.D .,& Hanesian, H (1968). Educational : A cognitive view. New York : Holt , Rinehart & Wiston.