Minggu, 27 Oktober 2013

Testimoni berdasarkan Landasan Teori Belajar

Testimoni menurut saya, saya merasa sangat cemas dan panik pada saat mengerjakan soal pertama. Karena saya merasa masih ada beban tanggung jawab untuk menyelesaikan soal - soal yang ibu berikan selanjutnya. Saya sangat khwatir apabila jaringan internet yang sangat lamban mempengaruhi kelangsungan jalannya UTS ini. Namun, kali ini internet menjadi sahabat baik, jarinya cepat dan sangat bersahabat. Saya senang dan lega akhirnya sudah bisa menjawab soal dengan maksimal. Saya sangat berharap saya bisa lulus di mata kuliah psikologi belajar ini dengan nilai yang sangat memuaskan. Testimoni saya ini saya kaitkan dengan teori Vygotsky tadi yang mengatakan bahwa  perkembangan fungsi mental yang kompleks dan unik pada manusia itu akan bertanggung jawab atas perilaku itu sendiri melalui belajar dengan interaksi sosial dengan orang lain di dalam kultur itu sendiri.

Sekian dan thanks for attention :)

Teori Perkembangan Psikologi Kultural Historis Lev S VygotskY

Prinsip Perkembangan Psikologis

Tujuan Vygotsky adalah menciptakan psikologi yang secara teoritis dan metodologist sederajat dengan tugas meneliti karakteristik manusia yang unik.

Asumsi Dasar.

Ada 3 bidang yang membentuk landasan analisis vygotsky terhadap perkembangan kapabilitas menta manusia. Bidang yang dimaksud antara lain:
 
  •   Hakikat kecerdasan manusia
Peneliti lainnya terutama peneliti behavioral subjek penelitian yang sering digunakan akan hewan dan menganggap bahwa hasil penelitian terhadap hewan tersebut akan sama dengan hasil penelitian terhadap manusi secara langsung. Vygotsky menentang hal ini dengan menyatakan bahwa hewan dan manusi tidak dapat disamakan karena tidakan hewan yang terstruktur tidak selalu merupakan tindakan intelektual. Berbeda dengan manusia yang memang berperilaku berdasarkan intelektualnya.


    • Landasan filosofis
    Pandangan Vygotsky dipengaruhi oleh 3 filsuf. Yang pertama Spinoza yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk rasional dan secara bertahap menguasai pikirannya sendiri. Yang kedua adalah Hegel. Materi sebagai dasar eksistensi dianggap merupakan Sesuatu yang absolute dan tidak berubah. Sebaliknya hegel menyatakan bahwa materi selalu dipengaruhi oleh factor lain seperti proses, perubahan atau perkembangan yang terus terjadi. Tekhir adalah Carl Max yang menyatakan bahwa manusia mnciptakan kultur yang beragam dimana alat untuk memandang dunia sebagai objek dan subjek yang bertindak. Alat kerja adalah factor penting dalam mengubah sifat manusia
     
    • .        Konsep “perangkat psikologis”
    Terdapat masalah pandangan tentang alat sebagai instrument penelitian. Dalam hal ini vygotsky menyatakan bahwa alat yang dimaksud adalah tanda dan symbol. Alat psikologis ini melahirkan transformasi kesadaran manusia yang menjadi alat untuk mengarahkan pikiran dan mengubah proses berpikir manusia
     
    Teori Belajar Vygotsky
     
    Pandangan yang mampu mengakomodasi sociocultural-revolution dalam teori belajar dan pembelajaran dikemukakan oleh Lev Vygotsky. Ia mengatakan bahwa jalan pikiran seseorang harus dimengerti dari latar sosial-budaya dan sejarahnya. Artinya, untuk memahami pikiran seseorang bukan dengan cara menelusuri apa yang ada di balik otaknya dan pada kedalaman jiwanya, melainkan dari asal-usul tindakan sadarnya, dari interaksi sosial yang dilatari oleh sejarah hidupnya (Moll & Greenberg, 1990). Peningkatan fungsi-fungsi mental seseorang berasal dari kehidupan sosial atau kelompoknya, dan bukan dari individu itu sendiri. Interaksi sosial demikian antara lain berkaitan erat dengan aktivitas-aktivitas dan bahasa yang dipergunakan. Kunci utama untuk memahami proses-proses sosial dan psikologis manusia adalah tanda-tanda atau lambang yang berfungsi sebagai mediator (Wertsch, 1990). Tanda-tanda atau lambang tersebut merupakan produk dari lingkungan sosio-kultural  di mana seseorang berada.
    Mekanisme teori yang digunakannya untuk menspesifikasi hubungan antara pendekatan sosio-kultural  dan pemfungsian mental didasarkan pada tema mediasi semiotik, yang artinya adalah tanda-tanda atau lambang-lambang beserta makna yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai penengah antara rasionalitas dalam pendekatan sosio-kultural dan manusia sebagai tempat berlangsungnya proses mental (Moll, 1994).
    Atas dasar pemikiran Vygotsky, Moll dan Greenberg (dalam Moll, 1994) melakukan studi etnografi dan menemukan adanya jaringan-jaringan erat, luas, dan kompleks di dalam dan di antara keluarga-keluarga. Jaringan-jaringan tersebut berkembang atas dasar confianza yang membentuk kondisi sosial sebagai tempat penyebaran dan pertukaran pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai sosial budaya. Anak-anak memperoleh berbagai pengetahuan dan ketrampilan melalui interaksi sosial sehari-hari. Mereka terlibat secara aktif dalam interaksi sosial dalam keluarga untuk memperoleh dan juga menyebarkan pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki. Ada suatu kerja sama di antara anggota keluarga dalam interaksi tersebut.
    Menurut Vygotsky, perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif seseorang seturut dengan teori sociogenesis. Dimensi kesadaran sosial bersifat primer, sedangkan dimensi individualnya bersifat derivatif atau merupakan turunan dan besifat skunder (Palincsar, Wertsch & Tulviste, dalam Supratiknya, 2002). Artinya, pengetahuan dan perkembangan kognitif individu berasal dari sumber-sumber sosial di luar dirinya. Hal ini tidak berarti bahwa individu bersikap pasif dalam perkembangan kognitifnya, tetapi Vygotsky juga menekankan pentingnya peran aktif seseorang dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Maka teori Vygotsky sebenarnya lebih tepat disebut dengan pendekatan kokonstruktivisme. Maksudnya, perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif, juga oleh lingkungan sosial yang aktif pula.
    Konsep-konsep penting teori sosiogenesis Vygotsky tentang perkembangan kognitif yang sesuai dengan revolusi-sosiokultural dalam teori belajar dan pembelajaran adalah hukum genetik tentang perkembangan (genetic law of development), zona perkembangan proksimal (zone of proximal development), dan mediasi.
    • Hukum genetik tentang perkembangan (genetic law of development)
    Menurut Vygotsky, setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua tataran, yaitu tataran sosial tempat orang-orang membentuk lingkungan sosialnya (dapat dikategorikan sebagai interpsikologis atau intermental), dan tataran psikologis di dalam diri orang yang bersangkutan (dapat dikategorikan sebagai intrapsikologis atau intramental). Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan  konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. Dikatakannya bahwa fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri seseorang akan muncul dan berasal dari kehidupan sosialnya. Sementara itu fungsi intramental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut.
    Pada mulanya anak berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu tanpa memahami maknanya. Pemaknaan atau konstruksi pengetahuan baru muncul atau terjadi melalui proses internalisasi. Namun internalisasi yang dimaksud oleh Vygotsky bersifat transformatif, yaitu mampu memunculkan perubahan dan perkembangan yang tidak sekedar berupa transfer atau pengalihan. Maka belajar dan berkembang merupakan satu kesatuan dan saling menentukan.

    • Zona perkembangan proksimal (zone of proximal development)
    Vygotsky juga mengemukakan konsepnya tentang Zona perkembangan proksimal (zone of proximal development). Menurutnya, perkembangan kemampuan seseorang dapat dibedakan ke dalam dua tingkat, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan berbagai masalah secara mandiri. Ini disebut sebagai kemampuan intramental. Sedangkan tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas dan memecahkan masalah ketika di bawah bimbingan orang dewasa atau ketika berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten. Ini disebut sebagai kemampuan intermental. Jarak antara keduanya, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial ini disebut zona perkembangan proksimal.
    Zona perkembangan proksimal diartikan sebagai fungsi-fungsi atau kemampuan-kemampuan yang belum matang yang masih berada pada proses pematangan. Ibaratnya sebagai embrio, kuncup atau bunga, yang belum menjadi buah. Tunas-tunas perkembangan ini akan menjadi matang melalui interaksinya dengan orang dewasa atau kolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten. Untuk menafsirkan konsep zona perkembangan proksimal ini dengan menggunakan scaffolding interpretation, yaitu memandang zona perkembangan proksimal sebagai perancah, sejenis wilayah penyangga atau batu loncatan untuk mencapai taraf perkembangan yang semakin tinggi.
    Gagasan Vygotsky tentang zona perkembangan proksimal ini mendasari perkembangan teori belajar dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan mengoptimalkan perkembangan kognitif anak. Beberapa konsep kunci yang perlu dicatat adalah bahwa perkembangan dan belajar bersifat interdependen atau saling terkait, perkembangan kemampuan seseorang bersifat context dependent atau tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, dan sebagai bentuk fundamental dalam belajar adalah partisipasi dalam kegiatan sosial.
    Berpijak pada konsep zona perkembangan proksimal, maka sebelum terjadi internalisasi dalam diri anak, atau sebelum kemampuan intramental terbentuk, anak perlu dibantu dalam proses belajarnya. Orang dewasa dan/atau teman sebaya yang lebih kompeten perlu membantu dengan berbagai cara seperti memberikan contoh, memberikan feedback, menarik kesimpulan, dan sebagainya dalam rangka perkembangan kemampuannya.
    • Mediasi.
    Menurut Vygotsky, kunci utama untuk memahami proses-proses sosial dan psikologis adalah tanda-tanda atau lambang-lambang yang berfungsi sebagai mediator. Tanda-tanda atau lambang-lambang tersebut merupakan produk  dari lingkungan sosio-kultural di mana seseorang berada. Semua perbuatan atau proses psikologis yang khas manusiawi dimediasikan dengan psychological tools atau alat-alat psikologis berupa bahasa, tanda dan lambang, atau semiotika.
    Dalam kegiatan pembelajaran, anak dibimbing oleh orang dewasa atau oleh teman sebaya yang lebih kompeten untuk memahami alat-alat semiotik ini. Anak mengalami proses internalisasi yang selanjutnya alat-alat ini berfungsi sebagai mediator bagi proses-proses psikologis lebih lanjut dalam diri anak.   Mekanisme hubungan antara pendekatan sosio-kultural dan fungsi-fungsi mental didasari oleh tema mediasi semiotik, artinya tanda-tanda atau lambang-lambang beserta makna yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai penghubung antara rasionalitas sosio-kultural (intermental) dengan individu sebagai tempat berlangsungnya proses mental (intramental) (Wertsch, 1990). Ada beberapa elemen yang dikemukakan oleh Bakhtin untuk memperluas pendapat Vygotsky. Elemen-elemen tersebut terdiri dari ucapan, bunyi suara, tipe percakapan sosial dan dialog, di mana secara kontekstual elemen-elemen tersebut berada dalam batasan sejarah, kelembagaan, budaya dan faktor-faktor individu.


    APLIKASI PENDIDIKAN
     
          Dua program untuk mengajari membaca bagi pembaca yang lemah merefleksikan konsep Vygotsky tentang kolaborasi siswa,guru, pemodelan guru dan imitasi, serta abstraksi makna dari simbol. Yang pertama adalah Reading Recovery, yang didesain oleh Marie Clay (1985) untuk anak kelas satu yang belum menguasai proses membaca di kelas reguler. Yang lainnya adalah pengajaran resiprokal, yang dikembangkan oleh Palinscar Brown untuk mengajar strategi pemahaman pada anak yang memiliki  masalah membaca. Anak belajar menilai secara subjektif yang artinya penting untuk memantau apakah mereka sudah memahami teks atau belum. 
          Prinsip Vygotsky setidaknya mengandung dua implikasi penting lainnya. Pertama, makna lambang dan simbol yang digunakan dalam kultur bukan kebetulan. Kedua, teori ini juga memandang masyarakat secara umum sebagai kultur yang berusaha memahami implikasi dari masyarakat berbasi media. Teori ini membuktikan latar sosiokultural dimana anak belajar dari orang dewasa sebagai asal muasal perkembangan kognitif dan belajar. Karena itu, karakteristik pemelajar, proses kognitif dan konteks untuk belajar semuanya dilihat dari persfektif tersebut.
          Perbedaan dan kesiapan individual adalah dua isu yang dibahas Vygotsky dalam teorinya, cara individu menggunakan kapasitasnya, yakni peran mereka dalam personalitas, merupakan faktor penting dalam menentukan perbedaan individual. Vygotsky juga percaya bahwa perasaan subjektif mengatur perilaku, tetapi mekanisme regulasi ini belum dikembangkan.
          Maka, "transfer" menurut pandangan Vygotsky adalah pergeseran kualitatif antara tindakan antar-individual dan internalisasi tindakan itu sebagai fungsi intelektual yang kompleks. Proses panjang ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu :
    1. Penggunaan sistem simbol sebagai komunikasi
    2. Penggunaan sistem simbol untuk memandu proses mental yang sedang berkembang
    3. Pengembagan petunjuk atau isyarat internak dan lambang untuk memonitor dan mengatur ingatan dan pemikiran seseorang.  
    sumberGredler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

    Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

    Prinsip Perkembangan Kognitif

    Fokus teori Jean Piaget adalah menemukan karakteristik logika alamiah, yang terdiri dari proses penalaran yang dibangun oleh individu yang berkembang sesuai dengan fase perkembangan kognitif. tujuan lainnya adalah  menemukan transformasinya sari satu bentuk penalaran ke penalaran lainnya. transformasi ini tergantung pada empat faktor yaitu, lingkungan, kematangan, pengaruh sosial dan proses ekulibrasi (mempertahankan fungsi kecerdasan ketika melakukan transformasi besar).

    Asumsi Dasar

    Asumsi dasarnya adalah hakikat konstruksivis dari kecerdasan dan faktor-faktor esensial dalam perkambangan kognitif.
     
    1. Sumber Filsafat : hakikat pengetahuan adalah mengetahui dan ia adalah sebuah proses yang diciptakan melalui aktivitas pemelajar. pengetahuan berasal dari pengalaman.
    2. Suber biologi: hakikat kecerdasan manusia adalah bahwa kecerdasan manusia dan organisme berfungsi serupa dimana keduanya adalah sistem terorganisasi yang secara konstran berinteraksi dan beradabtasi dengan lingkungan.
    3. Sumber Psikologi : metode investigasi yang tepat adalah dengan menggunakan observasi dan eksperimentasi.

    Perspektif Kognitif Part II : Metakognisi dan Pemecahan Masalah

    Komponen Metakognisi

    Secara umum metakognisi dapat diartikan sebagai berpikir tentang pemikiran. Beberapa perspektif menekankan pengetahuan individual tentang kognisidan penggunaan strategi. Komponen utama dari metakognisi adalah :
    1. Pengetahuan dan kesadaran tentang pemikiran diri sendiri
    2. Pengetahuan tentang kapan dan dimana mesti mengggunakan strategi yang diperoleh
    Pengetahuan tentang pemikiran seseorang mencakup informasi tentang kapasitas dan keterbatasan dirinya sendiri. dan kesadaran akan kesulitan selama belajar sehingga dapat dilakukan perbaikan. Misalnya, terkadang siswa tidak menyadari bahwa suatu teks itu sulit dimana mereka tidak memiliki banyak pengetahuan pendukung seharusnya dibaca secara berbeda dari teks dengan topik yang sudah terbiasa.

    Perkembangan Metakognitif
     
    Perkembangan dalam psikologi bidang pendidikan berjalan sangat pesat, salah satunya adalah perkembangan konsep metakognisi (metacognition) yang pada intinya menggali pemikiran orang tentang berpikir ”thinking about thinking”. Konsep dari metakognisi adalah ide dari berpikir tentang pikiran pada diri sendiri. Termasuk kesadaran tentang apa yang diketahui seseorang (pengetahuan metakognitif), apa yang dapat dilakukan seseorang (keterampilan metakognitif) dan apa yang diketahui seseorang tentang kemampuan kognitif dirinya sendiri (pengalaman metakognitif).
    Variabel lain yang terkait dengan metakognisi adalah variabel individu. Sebagai modal dasar untuk menjadi seorang pebelajar mandiri (self-learner) yang baik, siswa harus memiliki pengetahuan tentang kelemahan dan kelebihan dirinya dalam menghadapi tugas-tugas kognitif, yang menurut Anderson & Krathwohl (2001) disebut pengetahuan-diri (self-knowledge). Bahkan lebih jauh siswa harus mampu memilih, menggunakan, dan memonitor strategi-strategi kognitif yang cocok dengan tipe belajar, gaya berpikir, dan gaya kognitif yang dimiliki dalam mengahadapi tugas-tugas kognitif. Misalnya, seseorang dengan tipe belajar visual harus sering menggunakan strategi elaborasi peta konsep dalam memahami materi yang sedang dipelajari. Kemampuan seperti ini merupakan salah satu komponen metakognisi yang disebut pemonitoran kognitif.
    Strategi Perkembangan Metakognitif
    Blakey & Spence (1990) mengemukakan strategi-startegi atau langkah-langkah untuk meningkatkan keterampilan metakognisi, yakni: 
    •   Mengidentifikasi “apa yang kau ketahui” dan “apa yang kau tidak ketahui
    Memulai aktivitas pengamatan, siswa perlu membuat keputusan yang disadari tentang pengetahuan mereka. Dengan menyelidiki suatu topik, siswa akan menverifikasi, mengklarivikasi dan mengembangkan, atau mengubah pernyataan awal mereka dengan informasi yang akurat. 
    •   Berbicara tentang berpikir (Talking about thinking) 
    Selama membuat perencanaan dan memecahkan masalah, guru boleh “menyuarakan pikiran”, sehingga siswa dapat ikut mendemonstrasikan proses berpikir. Pemecahan masalah berpasangan merupakan strategi lain yang berguna pada langkah ini. Seorang siswa membicarakan sebuah masalah, mendeskripsikan proses berpikirnya, sedangkan pasangannya mendengarkan dan bertanya untuk membantu mengklarifikasi proses berpikir. 
    • Membuat jurnal berpikir (keeping thinking journal) 
    Cara lain untuk mengembangkan metakognisi adalah melalui penggunaan jurnal atau catatan belajar. Jurnal ini berupa buku harian dimana setiap siswa merefleksi berpikir mereka, membuat catatan tentang kesadaran mereka terhadap kedwiartian (ambiguities) dan ketidakkonsistenan, dan komentar tentang bagaimana mereka berurusan/menghadapi kesulitan.
    •  Membuat perencanaan dan regulasi-diri
    Siswa harus mulai bekerja meningkatkan responsibilitas untuk merencanakan dan meregulasi belajar mereka. Sulit bagi pebelajar menjadi orang yang mampu mengatur diri sendiri (self-directed) ketika belajar direncanakan dan dimonitori oleh orang lain.
    • Melaporkan kembali proses berpikir (Debriefing thinking process)
    Aktivitas terakhir adalah menfokuskan diskusi siswa pada proses berpikir untuk mengembangkan kesadaran tentang strategi-strategi yang dapat diaplikasikan pada situasi belajar yang lain. Metode tiga langkah dapat digunakan; Pertama: guru mengarahkan siswa untuk mereviu aktivitas, mengumpulkan data tentang proses berpikir; Kedua: kelompok mengklasifikasi ide-ide yang terkait, mengindentifikasi strategi yang digunakan; Ketiga: mereka mengevaluasi keberhasilan, membuang strategi-strategi yang tidak tepat, mengindentifikasi strategi yang dapat digunakan kemudian, dan mencari pendekatan alternatif yang menjanjikan. 
    •   Evaluasi-diri (Self-evaluation)
     Mengarahkan pengalaman-pengalaman evaluasi-diri dapat diawali melalui pertemuan individual dan daftar-daftar yang berfokus pada proses berpikir. Secara bertahap, evaluasi-diri akan lebih banyak diaplikasikan secara independen.
    Dalam penelitian ini model yang dikembangkan sebagai model pelatihan dan pembinaan guru sains, dengan mengadaptasi konsep metakognitif Marzano dengan meliputi 3 (tiga) tahapan strategi sebagai berikut:
    1.      Tahap proses sadar belajar (awareness), merupakan komponen yang paling dasar dari metakognisi. Kewaspadaan ini termasuk dua cara apakah siswa biasanya melakukan pendekatan pada tugas dan cara alternatif yang mungkin mereka lakukan. Pelajar yang baik waspada akan bagaimana mereka berpikir dan dapat membuat pilihan yang cerdas megenai strategi yang efektif.meliputi proses untuk menetapkan tujuan belajar, mempertimbangkan sumber belajar yang akan dan dapat diakses (contoh: menggunakan buku teks, mencari buku sumber di perpustakaan, mengakses internet di lab. komputer, atau belajar di tempat sunyi), menentukan bagaimana kinerja terbaik siswa akan dievaluasi, mempertimbangkan tingkat motivasi belajar, menentukan tingkat kesulitan belajar siswa.
    • .      Tahap merencanakan belajar (Planning), merupakan komponen rencana dari metakognisi adalah bertanggung jawab untuk “mengidentifikasi dan mengaktifkan kemampuan, taktik, dan proses tertentu yang akan digunakan dalam “mencapai cita-cita” (Marzano, 1998, h. 60). Siswa pada tahap ini memiliki dialog dalam dirinya mengenai apa yang dapat ia lakukan dan apa yang paling efektif dalam situasi ini. Jika tugasnya sederhana, orang mungkin tidak waspada akan pilihan apa yang ia buat. Dengan tugas yang kompleks, bagaimana pun, proses metakognitif lebih terbuka saat siswa memilih pilihan yang lain di dalam pikirannyameliputi proses memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas belajar, merencanakan waktu belajar dalam bentuk jadwal serta menentukan skala prioritas dalam belajar, mengorganisasikan materi pelajaran, mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk belajar dengan menggunakan berbagai strategi belajar (outlining, mind mapping, speed reading, dan strategi belajar lainnya).
    • .      Tahap monitoring dan refleksi belajar (monitoring and reflection), merupakan komponen akhir dari metakognisi adalah pemantauan. Fungsi ini bekerja pada keefektifan rencana dan strategi yang digunakan. Sebagai contoh, siswa kelas biologi tahun kedua memutuskan untuk membuat peta dalam komputer untuk meninjau bab untuk sebuah tes. Setelah beberapa menit, ia menyadari bahwa ia menghabiskan waktu yang lebih mencari tahu tentang software daripada berpikir mengenai konten dan memutuskan untuk menggambar peta di atas kertas. Seorang siswa kelas lima yang mengumpulkan data mengenai temperatur dan kelembaban mulai menambahkan daftar angka yang panjang lalu menyadari bahwa pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan akurat jika ia menggunkan program lembar kerja. Pemantauan proses pemikiran yang konsisten dan membuat perubahan yang diperlukan adalah komponenyang penting dari metakognisi. Meliputi proses merefleksikan proses belajar, memantau proses belajar melalui pertanyaan dan tes diri (self-testing, seperti mengajukan pertanyaan, apakah materi ini bermakna dan bermanfaat bagi saya?, bagaimana pengetahuan pada materi ini dapat saya kuasai?, mengapa saya mudah/sukar menguasai materi ini?), menjaga konsentrasi dan motivasi tinggi dalam belajar.

    Pengalaman Diskusi Online PBL

    Pada saat diskusi online saya merasa bahwa saya sangat cemas dan panik dikarenakan jaringan yang sangat lamban dan membuat saya bosan. Akan tetapi pada saat teman dan saya masuk ke grup, rasa panik pun hilang. Saya khirnya join dan bergabung di grup. Kami membahas tentang ketidakaktifan kami dikelas serta penyebabnya dikaitkan dengan teori PBL. Setelah semua hadir, ada satu teman yang tidak hadir dikarenakan jaringan yang pada saat itu tidak bersahabat. Dimana listrik mati hidup mati hidup. Kami semua juga maklum. Ini lah konsekuensi yang harus diterima apabila kami diskusi online.Saya sangat antusias. Begitu juga teman satu kelompok semua terlihat berlomba - lomba memberikan jawaban dan opini nya. Tak terasa ada satu jam lebih kami berdiskusi. Tiba - tiba jaringan di daerah kos saya mati. Akhirnya dengan sigap saya mengirim sms kepada teman saya untuk memberitahukan bahwa listrik ditempat saya ini mati. Alhasil saya sudah banyak memberikan jawaban dan pendapat dalam forum diskusi ini. Saya sebenarnya sangat cemas dan panik apabila situasi - situasi yang seperti ini kembali muncul. Tetapi semua itu dapat saya lewati. Saya lega dan bersyukur Alloh masih memberi saya kekuatan dan kesabaran... :)

    Perspektif Kognitif Part I : Pemrosesan Informasi

    Prinsip Belajar

    Teori pemrosesan informasi membahas langkah - langkah dasar yang diambil individu untuk memperoleh, menyandikan dan mengingat informasi. Teori belajar ini sangat berbeda dari teori belajar lainnya alasannya adalah : Pertama pemrosesan informasi bukan konseptualisasi dari seorang teoritisi saja. Kedua,  dasar dari teori ini adalah informasi bukan belajar, teori ini tidak dapat menspesifikasikan hasil belajar.

    Asumsi Dasar.

    Dua asumsi pokok yang mendukung riset pemrosesan informasi adalah :
    • Sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi
    • Pengetahuan yang berperan penting dalam belajar.
    Dasar keyakinan tentang asumsi ini ialah : 
    • Hakikat sistem memori manusia
    • Cara - cara bagaimana butir pengetahuan dilambangkan dalam memori jangka panjang
    • Organisasi pengetahuan dalam memori jangka panjang
    Komponen essensial pemrosesan informasi yang dapat diaplikasikan untuk belajar adalah belajar komponen dan proses persepsi, pengkodean, pengambilan informasi dari jangka panjang ketika diperlukan. Kerangka belajar terdiri dari :

    1. Pengetahuan sebelumnya yang dimiliki si pemelajar baik itu tersembunyi maupun konseptual.
    2.  Sifat dan penataan dari informasi yang akan dipelajari.
    Pengetahuan pemelajar berfungsi sebagai kerangka untuk mengidentifikasi informasi yang datang dan mempengaruhi inferensi pemelajar tentang informasi baru itu. Pengetahuan ekstensif juga dapat memperkuat kapasitas memori pada saat bekerja untuk mengkodekan informasi dalam kelompok besar dan menaikkan kecepatan dalam pemrosesan informasi.

    Komponen Pembelajaran .

    Antara lain :
    • Menstrukturisasi kerangka belajar
    • Memfasilitasi pengkodean informasi
    • Mengajari siswa strategi menkonstruksi makna
    Komponen yatama dalam pembelajaran perspektif pemrosesan informasi adalah memperkaya pengetahuan yang telah dimiliki pemelajar, mengorganisasikan materi yang telah dipelajari, memfasilitasi perhatian pemelajar, mengkodekan dan menstrukuturisasi makna dan mengajari siswa strategi untuk memperkaya pemahaman mereka atas teks dan persentasi oral. Yang essensial adalah fakta bahwa siswa hanya merespons pada pembelajaran yang dapat dia pahami secara aktif. Karena itu pembelajaran harus memfokuskan perhatian pemelajar pada tugas - tugas penting dan secara informal menilai persepsi pemelajar. Salah satu pendekatannya adalah mengimplementasikan aktivitas pra pengajaran yang mengaktifkan pengetahuan sebelumnya dengan konsep utama. Pendekatan lain adalah dengan menggunakan advance organizer . Ini mencakup konsep inklusif yang berfungsi sebagai penghubung antara simpanan informasi siswa  denganbelajar baru. Mereka berfungsi sebagai kerangka konseptual dan juga memfasilitasi pengkodean. Strategi lainnya adalah mengajari siswa untuk menemukan informasi penting dalam teks dan materi lainnya.

    Kondisi Belajar Robbert Gagne

    Ketrampilan, apresiasi dan penalaran manusia dengan semua variasinya dan juga harapan, aspirasi, sikap, dan nilai - nilai manusia, umumnya diakui bah wa perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa yang disebut dengan belajar. Tiga prinsip pembelajaran yang dilakukan oleh Gagne dalam analisis tugas pelatihan adalah :
    • Memberikan pembelajaran menganai seperangkat tugas - tugas komponen yang diarahkan untuk membangun tugas - tugas final.
    • Memastikan bahwa setiap tugas komponen dikuasai.
    • Sekuensi tugas komponen untuk memastikan transfer yang optimal ke tugas final.
    1. Keunikan Hakikat Belajar Manusia.
    Elemen penting dalam analisis Gagne adalah kaitan belajar dengan perkembangan, kompleksitas belajar  pada manusia dan masalah khusus dengan pandangan - pandangan sebelumnya.

       2.    Defenisi  Belajar 

    Ketika di defenisikan secara formal, belajar menghasilkan berbagai disposisi yang dipertahankan yang tercermin dalam berbagai macam perilaku yang berbeda. Mereka adalah hasil belajar Gagne yang disebut '' capability'' atau kapabilitas. Menurut Gagne kapabilitas terdiri dari komponen mental ( disposisi yang dipertahankan ) dan komponen ( perilaku kerja ). Kedua kapabilitas diperoleh manusia dari  stimulasi yang diperoleh dilingkungan dan pemrosesan  kognitif yang dilakukan oleh pemelajar yang mengubah stimulasi dari lingkungan menjadi kapabilitas baru.
     
    Kunci untuk pengembangan teori belajar yang komperhensif adalah menjelaskan sifat yang kompleks dari belajar manusia. Pertama, berbeda dengan model - model pertumbuhan kesiapan dimana pendewasaan ( maturation ) mengatur proses belajar, Gagne berpendapat bahwa belajar adalah faktor kausal penting dalam perkembangan. Kedua, belajar bersifat kumulatif. Belajar ketrampilan tertentu akan memberi kontribusi pada belajar ketrampilan yang lebih kompleks. Hasilnya adalah kompetensi intelektual yang terus meningkat. Ketiga belajar manusia adalah kompleks yang beragam. Prosesnya tidak dapat direduksi menjadi asosiasi   S - R atau pengalaman wawasan yang dideskripsikan oleh teori Gestalt. Selain itu, studi belajar tidak boleh terfokus pada pengembangan prinsip yang berlaku hanya pada satu bidang subjek. Deskripsi yang memadai dari belajar manusia harus berlaku untuk berbagai macam aktivitas manusia di beragam latar dan situasi dimana belajar itu terjadi. Belajar juga menghasilkan disposisi yang dipertahankan dan dibuktikan oleh kinerja tertentu. Keluaran dari belajar disebut dengan kapabilitas. Proses belajar adalah proses kognitif yang memproses informasi dilingkungan menjadi berbagai macam kapabilitas.


    Pengkondisian berpenguat Skinner

    PRINSIP - PRINSIP BELAJAR

    Skinner percaya bahwa psikologi dapat menjadi sains hanya melalui studi perilaku. Berbeda dengan Watson, Skinnner mempelajari jenis perilaku yang lain yaitu perilaku yang tidak secara otomatis dipicu oleh stimulus tertentu.

    Asumsi Dasar.

    1. Sifat Ilmu Behavioural

    Tugas untuk ilmu perilaku adalah menemukan hukum atau kaidah fungsional diantara kondisi fisik atau lingkungan. Tugasnya menemukan perubahan dimana variabel bebas / independen menimbulkan perubahan dalam variabel terikat / dependen. Misalnya apa kondisi yang menyebabkan seorang siswa senang mengerjakan tugas akademik dan apa yang menyebabkan siswa mengabaikan pekerjaan rumah. Akan tetapi mengembangkan ilmu perilaku itu sulit karena perilaku itu kompleks dan bervariasi, perilaku adalah proses temporal, lentur, dan terus berubah. Tantangannya adalah menemukan urutan dan keseragaman dalam aliran perilaku dan situasi yang berbeda. Dasar pendekatan Skinner untuk tantangan ini adalah kajiannya tentang masalah teori dan keadaan internal sebagai dasar untuk riset perilaku dan pendekatannya untuk riset, analisis eksperimental perilaku.

         2. Komponen Pembelajaran.

    Analisis perilaku oleh Skinner dan karyanya tentang pembelajaran terprogram telah memberikan beberapa alat untuk manajemen ruang kelas dan perancangan pembelajaran. Konsep - konsep yang diperkenalkan oleh Skinner untuk dipertimbangkan dalam perencanaan ruang kelas antara lain :
    1. Stimuli diskriminatif (kejadian spesifik yang akan direspon oleh siswa)
    2. Kontigensi penguatan, termasuk mengatur siswa agar siswa mengalami kesuksesan, mempertimbangkan karakteristik siswa, dan membedakan antara perilaku yang diatur kontigensi dengan yang diatur peraturan.
    3. Dinamika ruang kelas, yang mencakup memperkuat aproksimasi suksesif, dan memperkuat perilaku yang mengganggu.

    Jumat, 27 September 2013

    Otak Manusia ( Human's Brain)

    Otak manusia adalah sistem  alamiah yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam ini, kompleksitasnya menyamai dan mungkin melebihi kompleksitas struktur ekonomi dan sosial yang paling rumit sekalipun.


    Organisasi dan Perkembangan

    Otak manusia merupakan sistem yang kompleks yang diorganisasikan dalam beberapa lapis. Otak terdiri dari neuron ( struktur mikroskopis ) dan organisasi yang lebih besar, struktur subcortical dan cortical.

    Pembentukan otak.

    Blok dasar pembentukan otak adalah neuron yang merupakan unit komunikasi, sel sel glial, yang memberikan dukungan struktural untuk neuron. Maing - masing neuron terdiri dari satu sel atau kabel komunikasi. Axon (ekor panjang)dan dendrit ( cabang).

    Jaringan neural.

    Neuron terkoneksi dalam sirkuit dan masing - masing berfungsi sebagai penerima dan pengirim sinyal listrik dan kimia. Di dalam jaringan ini individu membangun model internal dari dunia riil dan juga mengkoordinasikan rencana aksi pada dunia itu.

    Peran neurotrasmitter.

    Ketika satu neuron jadi aktif, ia mengirimkan aliran listrik melewati axon ke synapse. Tindakan ini disebut memantik. Otak manusia mengalami periode perkembangan yang  berlanjut sampai usia 20 an. Pertumbuhan diotak adalah pemanjangan dan pencabangan axon neuronal ( yang menambah dendrite dan synapse). Di setiap wilayah cortical, periode pertumbuhan yang pesat diikuti  dengan reduksi pada level dewasa. Proses ini terjadi pada waktu yang berbeda di dalam wilayah yang berbeda. Riset menunjukkan bahwa kelebihan produksi adalah penting karena ia memungkinkan lingkungan individu untuk mempengaruhi perkembangan otak. Istilah '' plastisitas struktural '' merujuk pada pola pertumbuhan axon dan synapse di bagian otak yang berbeda - beda dan juga pada perubahan di sepanjang rentang hidup. Riset menunjukkan bahwa tantangan kognitif dalam hidup membantu menjaga fungsi mental.

    Kamis, 26 September 2013

    Hasil Diskusi Online Kelompok

    Pada saat kuliah online kami semua mendapatkan pertanyaan dari ibu Dina tentang psikologi Behavioristik dan psikologi Gestalt dikaitkan dengan proses pembelajaran online. Aliran behaviorisme ini menyatakan bahwa perilaku organisme seharusnya dapat diukur, dihitung dan dikondisikan. Teknik yang digunakan pada umumnya adalah stimulus dan respon. (S - R) terhadap organisme yang diteliti perilakunya.hal ini tentang bagaimana memberi stimulus tertentu untuk mendapatkan respon terhadap stimulus yang dikehendaki. Proses ini disebut conditioning (pengkondisian). Proses dari pengkondisian berdasar pada asosiasi, yaitu hubungan antara suatu stimulus dari luar dengan suatu reaksi terhadap stimulus tersebut. Hal ini berarti bahwa kenyataan reaksi emosi terhadap lingkungan bisa ditentukan melalui pemberian stimulus tertentu. Contoh sederhana dalam hal proses pembelajaran online ketika ibu Dina membuka forum chat dengan gtalk, ibu mengucapkan selamat sore maka kami semua merespon dengan menjawab sore kembali. Kemudian pada saat ibu memberikan pertanyaan, berkaitan dengan  aliran behaviouristik dan gestalt, kami semua bereaksi untuk menjawab pertanyaan ibu Dina. 
    Aliran psikologi Gestalt adalah sebuah aliranyang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Teori gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme Wundt. Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil. Teoritisi Gestalt berpendapat bahwa yang harus dipelajari adalah perilaku molar bukan perilaku molekular. Individu akan merespon berdasarkan persepsi dari stimuli tersebut. Selain itu Gestalt berpendapat bahwa organisasi atau susunan dari stimuli di lingkungan itu sendiri adalah sebuah proses, dan proses ini mempengaruhi persepsi individu. Contohnya pada saat diberikan masalah berupa mencari jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan pada kuliah online, maka semua mahasiswa diharapkan bekerja sama, saling berdiskusi di ruang chat, dan menemukan solusi atas problem yang menjadi pembahasan di dalam belajar online. Dan guru atau dosen juga harus memberikan bimbingan untuk membantu pelajar/ mahasiswanya/i nya mereorganisasikan pandangan mereka terhadap masalah dan mengatasi pandangan yang kurang memadai atau tidak akurat. Tujuannya adalah agar siswa menemukan solusi yang memuat nilai fungsional , yakni solusi untuk mengatasi kesulitan dasar yang dihadirkan oleh masalah tersebut.

    Testimoni Perkuliahan Online tanggal 20 September 2013

    Perkuliahan online yang dilakukan pada hari jumat sore membawa dampak positif. Sangat seru dan menarik. Semua mahasiswa dan mahasiswi tampak antusias menjawab dan memberikan pendapat. Walaupun forum diskusi ini sedikit membuat saya kewalahan karena pendapat setiap teman berlomba - lomba masuk sekaligus, jadi saya agak kebingungan untuk mengetik dan membaca pendapat saya sendiri. Pada saat itu jaringan internet saya juga sangat lamban ditambah lagi dengan keadaan darurat seperti listrik yang padam yang mengakibatkan lampu mati. Pada saat kondisi mati lampu itu saya berusaha kesana kemari meminjam laptop teman. Akhirnya diantara teman kos ada satu yang berbaik hati meminjamkan laptop. Kenapa saya tidak ke warnet? Karena semua warnet yang telah saya jangkau juga mengalami hal yang sama yaitu listrik yang padam. Pada saat itu emosi saya juga agak meningkat. Dikarenakan saya juga baru pulang dari kampus berdiskusi dengan teman. Mana pada saat yang bersamaan saya mengerjakan 2 tugas sekaligus. Saya benar - benar dilatih untuk tenang dan bersabar menghadapi tantangan dalam belajar. Tapi alhasil buah dari kesabaran saya pada saat kuliah online itu berbuah manis. Dua tugas saya yang saya lakukan sekaligus membuahkan hasil yang cukup maksimal. Saya bangga pada diri saya karena saya bisa menghandle dua tugas sekaligus dengan waktu yang pas. Walaupun agak letih tapi saya merasa puas karena sudah ikut berkontribusi melalui pendapat saya. Soal benar atau salah itu urusan belakang. Yang penting saya sudah memberikan jawaban yang cukup baik dan teoritis. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari kuliah online, saya jadi berani mengungkapkan pendapat tanpa tatap muka secara langsung seperti yang dilakukan di kelas.

    Sabtu, 14 September 2013

    Review Kuliah Psikologi Belajar 11 September 2013


    Anggota Kelompok :
    1. Mufti Fadhilah Siregar      (10-004)
    2. Dhita Sundary Dalimunthe (10-009)
    3. Putri Olwinda Sianipar      (10-121)
    4. Mona Sriukur                   (10-047)
    5. Anggita Windy Marpaung  (10-103)
    6. Anggi Gurning                 (09-100) 



    ''MODEL KOGNITIF DAN TEORI MOTIVASIONAL AKADEMIK''

    • Pendapat : Model motivasi prestasi mengidentifikasi disposisi individual untuk berjuang meraih sukses/ untuk menghindari kegagalan sebagai factor motivasi utama. Dan kondisi yang mungkin akan bertanggung jawab atas munculnya tindakan ini adalah faktor yang terdapat didalam diri si individu itu sendiri dan factor dari lingkungan. Contoh jika motif untuk sukses cukup tinggi  dia akan melakukan tugas – tugas yang tujuannya untuk mencapai prestasi.
    • Alasan memilih model kognitif motivasional akademik : dikarenakan adanya motivasi & ekspetasi yang diberikan kepada learner untuk bisa meregulasi diri agar bisa mencapai  kesuksesan. Dan model pembelajaran seperti ini disesuaikan dengan konteks sosial .

    • 3 Point penting model kognitif & motivasional antara lain :

    1. Ekspetasi : harapan dan nilai baik dari dalam atau luar individu yang mampu membangun motivasi prestasi. 
    2. Orientasi tujuan : adanya alasan dan tujuan individu dalam melakukan tugas
    3. Atribusi : adanya kemampuan & usaha individu untuk mencapai kesuksesan.

    • Tiga perspektif model ekspektasi nilai, model orientasi tujuan, teori atribusi yang memfokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi ketrlibatan siswa yang terkait dengan prestasi. Dari ketiga model ini, dikatakan bahwa motivasi berkembang dari interaksi kompleks lingkungan dengan faktor internal, individu adalah pengelola informasi yang aktif dan kayakinan yang terkait dengan prestasi yaitu informasi eksplisit.
    • Model ekspektasi nilai berpendapat bahwa ekspektasi kesusksesan siswa adalah detreminan utama dari pilihan tugas atau pelajaran, kegigihan, tingkat usaha, keterlibatan kognitif, dan kinerja katual.Sebaliknya, pada model orientasi tujuan membahas alasan siswa untuk terlibat dalam tuda akademik karna alasan itu mempengaruhi strategi kognitif siswa, pilihan tugas, dan persepsi kompetensi.
    • Perspektif yang ketiga adalah teori atribusi, berpendapat bahwa pencarian pemahaman adalah motivator utama dari tindakan, atribusi adalah sumber informasi yang kompleks, dan perilaku masa depan sebagian ditentukan oleh atribusi untuk kesuksesan dan kegagalan.
    • Hubungan table 1.7 dengan tiga poin penting dari model kognitif dan motivational akdemik adalah pengetahuan merupakan produk dari proses belajar, belajar merupakan proses kognisi atau interaksi sosial yang membangun pengetahuan dan makna, sedangkan lokus belajar merupakan tempat belajar yang tidak terbatas hanya di dalam pikiran individu itu sendiri tapi dibagikan pada sesama individu. Dengan pengetahuan yang kita dapatkan dari proses belajar, kita memiliki harapan dan motivasi untuk berprestasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan pengetahuan itu. Proses belajar memiliki tujuan, yaitu untuk mencapai kesuksesan melalui kemampuan dan usaha yang kita miliki (atribusi). Informasi-informasi yang kita dapatkan melalui proses belajar, tidak terbatas hanya untuk diri kita sendiri atau didapatkan dari diri kita sendiri tapi, kita juga bisa belajar dari lingkungan serta berbagi dengan lingkungan.

     

    Daftar Pustaka :


    Ausubel, D.P Novak, J.D .,& Hanesian, H (1968). Educational : A cognitive view. New York : Holt , Rinehart & Wiston.

     


    Selasa, 10 September 2013

    Learning and Instruction

    BAB I 
     

    Tinjauan

    Belajar adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks.Manusia memiliki otak yang baik jika digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan. Diantara kemampuan itu adalah mengidentifikasi objek, merancang tujuan,menyusun rencana, mengorganisasikan sumber daya, dan memonitor konsekuensi. Aktivitas kognitif ini terkait dengan 3 aspek unik dari kecerdasan manusia. Pertama, manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide pemikir besar dan ilmuwan besar di masa lampau ( Vygotsky, 1924/1979). Kedua, individu mampu mengembangkan pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman orang lain. Ketiga, manusia menyesuaikan lingkungan  dengan diri mereka, bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan.

    APA PERAN BELAJAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI?

    Peran belajar bagi individu :
    • Menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tindakan seseorang.
    • Tujuan belajar mempelajari tentang nilai, bahasa dan perkembangan kultur-pengalaman yang diwariskan.
    Upaya - upaya awal untuk memahami belajar adalah melalui kebijakan tradisional, yang biasanya didasarkan pada pengalaman, dan melalui filsafat.


    APA KRITERIA UNTUK TEORI BELAJAR

    Kriteria :
    1. Seperangkat asumsi yang eksplisit yang merupakan keyakinan dasar teoritisi tentang suatu fenomena yang akan dibahas.
    2. Teori harus mencakup defenisi yang eksplisit tentang istilah penting.
    3. Membentuk tubuh teori
    4. Teori harus menjelaskan dinamika psikologis dasar pada kejadian yang mempengaruhi belajar.

    APA FUNGSI TEORI BELAJAR

    • Fungsi Umum
              Ada 4 fungsi umum dalam teori yaitu :
    1. Kerangka untuk melakukan riset
    2. Memberikan kerangka organisasi untuk item - item informasi.
    3. Mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks
    4. Mereorganisasi pengalaman sebelumnya
    5. Bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa.

    •  Fungsi Khusus
               Ada 4 fungsi khusus dalam teori yaitu :
    1. Sebagai pedoman perencanaan instruksi
    2. Mengevaluasi produk untuk dipakai di kelas dan di praktek belajar yang berlangsung.
    3. Mendiagnosa problem dalam instruksi di kelas.
    4. Mengevaluasi riset berdasarkan teori. 
     
    Daftar Pustaka :

    Ausubel, D.P Novak, J.D .,& Hanesian, H (1968). Educational : A cognitive view. New York : Holt , Rinehart & Wiston.





    Jumat, 07 Juni 2013

    Kuliah Online Tanggal 7 Juni 2013

    Tadi malam kami  dan dosen kami  ibu Dina mengadakan kuliah online. Kuliah tadi malam, tepatnya tanggal 7 Juni 2013 adalah kuliah ganti beberapa pertemuan yang lalu. Kuliahnya lumayan seru,  dan juga membuat saya cemas. Karena pada saat online saya terlambat . Lebih baik bergabung daripada tidak sama sekali. Saya berterima kasih kepada ibu Dina karena saya masih diizinkan masuk dan bergabung dengan teman yang lainnya pada room chat pedagogi. Meskipun sejujurnya kuliahnya agak ribet, tapi lumayan seru, asyik dan juga membingungkan. Kenapa?? Karena pada kotak chat semua teman - teman pedagogi menuliskan komentar secara bersamaan. Jadi agak sulit membacanya satu persatu. Saya ketinggalan soal dari ibu tentang apa yang mau dikerjakan. Tapi ibu memberi tahunya kembali. Terima kasih bu :). Kami semua saling berdiskusi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kami diminta untuk membuat perbandingan observasi pembelajaran masing - masing kelompok dan analisa menggunakan pendapat sendiri. Tapi saya belum berhasil menyelesaikannya karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.30. Saya langsung bergegas mengirimkan attach file nya ke email ibu. Setelah selesai ibu berkata jangan meninggalkan ruang chat ini sebelum ada informasi tambahan. Begitu semua teman - teman selesai mengirimkan kami semua pun berpamitan kepada ibu dan meminta maaf apabila tugas kami masih penuh dengan kekurangan.  Hanya sebatas itulah saya bisa mengerjakannya bu, mungkin apabila ada kesempatan saya akan berusaha untuk memperbaikinya. Semoga kekurangan tugas saya dapat dimaklumi oleh ibu Dina.

    Senin, 20 Mei 2013

    Testimoni Perkuliahan tanggal 20 Mei 2013

    Berjalan lancar walaupun diawal persentase ada insiden yang sangat mengejutkan. Tapi semua nya berjalan baik. Tapi saya masih deg - deg an karena kelompok saya yang belum persentasi. Mungkin senin depan. Semoga dari kejadian hari senin lalu, saya dan kelompok bisa lebih menguasai lagi topik'' dan bahan laporan kerja kelompok. Semoga persentasi yang dibawakan oleh kelompok kami berjalan dengan sangat baik  dan tidak ada satu teman pun yang datang terlambat dan tetap menjaga etika dan sopan santun ketika berada di dalam ruang kelas.

    Minggu, 12 Mei 2013

    Testimoni Perkuliahan 13 Mei 2013


    Saya sangat semangat hari ini. Saya sangat berharap saya yang akan persentasi. Tetapi ternyata belum waktunya. Mungkin minggu depan :).  Hari ini perkuliahan diwarnai dengan ketidakdisiplinan mahasiswa dan mahasiswi di kampus. Banyak yang datang terlambat, sampai batas waktu yang telah disepakati. Ibu dosen pun yang lebih terdahulu hadir di kelas dari pada sebagian mahasiswa - mahasiswi. Entahlah, entah apa alasan mereka terlambat. Yang lebih hebatnya ketika presenter pertama sudah menampilkan slide masih banyak yang terlambat dan masuk dari pintu depan dan pintu belakang. Saya merasa ibu dosen pasti agak kecewa dalam hal kedisiplinan waktu. Tapi mau bagaimana lagi kuliah tetap diteruskan. Yang lebih menghebohkan lagi ada salah satu mahasiswi yang nyelonong masuk tanpa berkata sepatah katapun. Sampai semua mata melirik penuh tanya kepadanya. Ibu dosen pun terlihat agak kecewa. Kami semua hanya terdiam heran. Akhirnya ibu dosen pun menegurnya. Tapi ya sudahlah hal ini sudah berlalu. Biarkan ibu dosen yang menilai. Yang terpenting adalah bagaimana saya secara pribadi mengambil hikmah dari kuliah ini supaya lebih disiplin lagi saat masuk dan menjaga etika serta sopan santun. Dari segi materi banyak feedback positif dan negatif dari ibu  dosen. Dan suasana kelas juga menjadi lebih aktif dikarenakan ada beberapa teman yang bertanya dan merespon. Lebih dan kurangnya dari testimoni ini, saya ingin kita semua yang belajar ini saing harga menghargai diri masing - masing dan menghargai waktu . Terima kasih ^^